Dulu sekali saya ingat satu pengajaran dalam prinsip bekerja yang diberikan oleh seseorang;
Wishnu, kalau kamu mau bekerja, kamu harus selalu berangkat dengan prinsip, bagaimana caranya agar kualitas pekerjaan saya menguntungkan si orang tersebut / atasan kamu.
Bagaimana caranya agar kontribusi saya nyata, bukan sekedar tanggung atau malah nggak jelas.
Bukan sekedar asal terlihat bekerja.
Itu adalah ciri dari orang yang FAIR.
Dan kalau kamu bisa fair dalam bekerja, maka kamu akan disukai oleh siapapun, bahkan dimata TUHAN pun kamu akan terlihat benar.
Saya tergoda waktu itu untuk bertanya; Memangnya yang nggak fair itu seperti apa sih ?
Dijawabnya; Yang nggak fair adalah mereka yang selalu berangkat dengan prinsip, bagaimana gue bisa untung...
intinya selalu saya dan saya dan saya dan saya dan saya......
Bukan orang lain dan orang lain dan orang lain.
Paradigma jenis ini, menghasilkan perbedaan hasil dimasa depan yang seperti LANGIT dan BUMI.
Type pekerja yang yang selalu berfokus saya dan saya dan saya dan saya, akan selalu menemukan alasan kenapa dia nggak kerja bagus...misalnya;
- Pokoknya gue sudah kerja, waktu yang dicurahkan utk organisasi sudah banyak sesuai dengan perjanjian kerja, masalah pada akhirnya gue kerja efektif atau nggak, berkontribusi atau nggak, menolong atasan gue atau nggak, itu diluar dari kewajiban gue.
- Karena saya nggak dapat hal yang sama dengan orang lain, maka nggak ada alasan bagus kenapa saya harus bekerja dengan all out.
- Karena kelihatannya saya diperlakukan beda dibanding teman lain, maka akan rugi kalau saya bekerja lebih baik dari sekarang ini.
- Karena saya dibayar di angka ini, maka buat apa saya belajar extra dirumah, nggak dibayar lembur dan jadi lebih pintar dari yg sekarang.
- Karena atasan saya tidak mencurahkan cukup banyak waktu pribadi dengan saya, maka ketidak-dekatan saya dengannya adalah alasan yang kuat untuk tidak bekerja sungguh sungguh.
Dan beragam alasan sepele lainnya yang terus menjadi alasan kenapa dia nggak bisa bagus kerjanya dan nggak akan pernah bagus sampai kapanpun.
Dan untuk organisasi yang sebagian besar anggotanya berisi orang model begini, dan nggak sadar akan keberadaan jenis begini, maka saya ucapkan selamat :), karena organisasi anda tidak akan kemana mana baik secara ukuran, secara visi, secara pencapaian dan secara keseluruhan.
Karena betapapun kelihatan pintarnya dan hebatnya orang yang jenisnya NGGAK FAIR INI, nggak ada gunanya sama sekali dan sangat sulit untuk coba di "fit in" bagaimana pun caranya dalam sebuah GAMBARAN BESAR organisasi di masa depan
Tapi mari bayangkan bagaimana seorang yang fair bekerja dan menggenggam paradigma serta nilai-nilainya;
- Saya sudah setuju dengan perjanjian awal, maka hal hal kecil dan remeh remeh bukan alasan kenapa saya tidak bisa maksimal
- Saya sudah ditolong oleh organisasi ini saat saya membutuhkan pekerjaan, maka salah pengertian kecil tidak akan menghapus rasa terimakasih saya atas pertolongan yang sudah diberikan dan komitment saya untuk melihat organisasi ini bertumbuh dan makin naik dari waktu ke waktu melalui kehadiran saya.
- Kalau saya jadi atasan pun, saya pasti menginginkan orang orang dibawah saya mampu belajar secara otodidak dan bertumbuh sehingga keberadaan seorang helper/staff menjadi lebih bermanfaat.
- Kalau saya kelak menjadi seorang atasan, sayapun pasti berpikir bahwa pegawai yang dari waktu ke waktu guna dan kontribusinya makin menurun, hanya akan jadi beban, makanya saya memutuskan untuk memperbaharui diri saya dari waktu ke waktu karena saya percaya, ditengah perubahan jaman dan perubahan peta kompetisi yang begitu cepat, kontribusi yang sama seperti tahun lalu tidak pernah bisa dinilai sama, melainkan dinilai menurun.
- Karena saya sudah berjanji untuk berkontribusi, maka kekecewaan saya terhadap beberapa orang bukan alasan untuk menjadi seorang pengkhianat dan menikam mereka pada saatnya kelak.
- Hanya karena ada beberapa rekan kerja yang berpikiran nggak FAIR terhadap organisasi, maka itu bukan alasan saya juga merendahkan diri saya kelevel tersebut.
dan seterusnya.
Saya percaya, siapapun yang punya akal sehat, sama sekali nggak harus jadi jenius di bidang rocket science, akan bisa melihat bahwa mereka yang meng-genggam nilai nilai FAIR, yang semula hanya bertujuan untuk menolong orang lain, menguntungkan partner kerjanya, malah end up menikmati semua hal hal baik dalam apapun yang dikerjakannnya.
tetapi mereka yang curang, yang tidak pernah bisa mengerti apa itu definisi fair, yang selalu berfokus pada keuntungan diri sendiri dan diri sendiri dan diri sendiri....hanya akan end up berakhir bukan dimana mana dan tidak mencapai apapun.
Maka benarlah sebuah prinsip paradigma bisnis yang berbunyi;
Mereka yang bekerja tanpa prinsip FAIR, kadang kadang masih bisa juga mendapatkan apa yang diharapkannya.
Tetapi mereka yang memegang teguh prinsip FAIR dalam bekerja, justru memperoleh JAUH LEBIH BANYAK dari yang diharapkannya dan dalam skala yang JAUH LEBIH BESAR dari yang bisa dibayangkannya.
Bangun dan jadilah dewasa.
Kalau dalam beberapa waktu nggak bisa dibangunin juga, besar kemungkinan memang dia sudah lupa cara dan rasanya BANGUN.
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment