Mari mulai hari ini dengan mengajukan satu pertanyaan : Apakah saya tahu PERSIS apa yang sementara saya kerjakan ?
HAti-hati kalau jawab ini, karena tahu apa yang sementara kita kerjakan bermakna lebih dalam dari sekedar mengerti tugas dan tanggung jawab harian kita atau melakukan apa yang telah jadi kebiasaan kita.
Saya mendefinisikan sendiri (jadi ingat ya, yang definisikan adl saya hehehe ), arti dari kalimat tersebut adl kita mengerti persisbahwa dalam apa yang sementara kita kerjakan, itu mengarah pada sesuatu yang besar, membantu menyusun puzzle kehidupan / target tinggi kita dan melibatkan unsur cerdas.
Contohnya begini:
1. Ada orang yang bekerja keras, tapi ternyata setelah ditunggu beberapa lama, dia ternyata tidak beroleh kemajuan apa-apa, ini artinya sederhana, ini orang bodoh.....bekerja asal bekerja...
Karena kalau dia tahu apa yang sementara dikerjakan, berarti dia tahu prinsip prinsip sukses dalam pekerjaannya dan dia berjalan mengikuti prinsip tersebut, WALAU CARANYA MUNGKIN BISA BERBEDA DENGAN ORANG LAIN.
2. Ada orang yang bekerja di jam normal, mengerjakan sesuatu dengan pola berbeda, tidak hectic seperti rekan rekannya, tapi hasil kerjanya melampaui semua orang lainnya SECARA KONSISTEN, ini artinya dia tahu apa yang dia kerjakan, bukan nebak-nebak, bukan sekedar ikut jalannya orang ramai dan kemudian berakhir juga seperti kebanyakan orang lain.
Apa yang saya mau coba sampaikan?
Prinsip-prinsipnya " tahu apa yang sementara dikerjakan" adalah seperti ini
1. Ada hasil nyata yang terukur sebagai dampak dia mengerjakan sesuatu dengan benar, karena kalau nggak benar, dia nggak akan kemana mana hasil akhirnya.
2. Ada pertumbuhan
3. style bisa berbeda dan tidak kaku. Bisa saja orang tersebut memulai kebiasaan dengan nyeleh, misalnya main catur pagi hari, padahal itu adalah caranya untuk menghangatkan isi kepalanya.
4. Siap memberikan penjelasan apabila diminta tentang kegiatannya sekarang dan bisa menjelaskan dengan baik bagaimana pekerjaannnya sekarang bisa menopang target besar dimasa depan.
5. Siap menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan kualitas brutal sekalipun sebagai batu uji terhadap pendekatan yang dipilihnya.
6. Sudah mengantisipasi yang terburuk dan siap dengan jalan keluar.
7. berpengetahuan cukup.
8. ada persiapan dimasa lalu, krn ada orang orang munafik dan palsu yang bilang dia tahu apa yang dia sementara kerjakan tapi begitu ditanya persiapan apa yang sudah dilakukan, dia tidak bisa jelaskan apa-apa.
9. kepercayaan dirinya baik.
10. setiap gerakannya punya efek terobos dan daya kejut.
11. Tidak melakukan sesuatu hanya karena orang lain lebih dulu melakukannya, tapi karena dia sadar itulah cara terbaik.
saya berharap kita benar benar tahu apa yang kita kerjakan sekarang, bukan sekedar meneruskan kebiasaan tidak efektifnya kita dimasa lalu.
best regards,
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment