Monday, February 13, 2012

Pesan dari melbourne (11) : Pejuang yang istimewa

I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith (NIV)

Percakapan imaginer antara saya dan anak saya;

Anak; Pa, saya dipercaya untuk memilih rekan sekerja saya, untuk mengerjakan satu project, ada saran apa ?
Saya; wow, that's cool. Kriteria apa yang saat ini ada dibenakmu, tentang bagaimana memilih partner kerjamu ?

Anak; selain memenuhi kriteria mendasar seperti mau belajar, latar belakang pendidikan yang tepat, penampilan baik, tapi menurut saya pribadi, saya ingin menambahkan syarat lain yaitu dia haruslah seorang pejuang.
Saya; Ok, pejuang model apa ?

Anak; Pejuang yang bisa berjuang tentunya khan. Karena saya percaya, walau project saya nggak besar, tetapi tanpa memiliki anggota yang sifatnya pejuang untuk mengerjakannya, nggak ada apapun yang bisa direalisasikan khan ?
Saya; Benar sekali prinsipnya, tapi mari masuk ke sesuatu yang lebih dalam lagi.
Apakah semua yang merupakan pejuang diluarsana, entah yang mengaku pejuang atau diakui sebagai pejuang, adalah jenis pejuang yang baik ?

anak; Apa maksudnya pa? Bukannya dalam dunia profesional, kategori pejuang itu sendiri sudah lebih tinggi derajat dan kualitasnya daripada sekedar pekerja biasa ? Memangnya ada lagi yang lebih tinggi dari level pejuang ?
Saya; Menurut saya ada, sama seperti kegiatan bermain basket, ada yang melakukannya sebagai kegiatan sehari-hari, ada yang masuk ke derajat lebih tinggi yaitu menjadi athlete basket.
Nah dari begitu banyak athlete, apakah semuanya akan bisa menang ? tidak khan. hanya sekelompok kecil khan ?
dari ilustrasi ini saya mau jelaskan ke kamu, bisa tidak kamu mengidentifikasikan sekelompok kecil athlete istimewa ini out of sekumpulan besar orang orang yang meng-claim dirinya athlete basket tapi sebetulnya hanya ada di level biasa-biasa saja.

dengan kata lain yang saya mau katakan, bahwa banyak organisasi sudah senang saat mereka bisa mendapatkan seorang pejuang dalam organisasinya, nggak salah memang, tapi kalau kamu bisa mendapatkan yang lebih tinggi lagi, yaitu pejuang yang istimewa, maka kamu tidak akan pernah khawatir terhadap apapun juga anakku sayang.

Anak; Ok, saya menangkap sekarang. Ada rekomendasi bagaimana memisahkan pejuang yang istimewa dari sekedar pejuang yang biasa-biasa saja ?
Saya: Lihat caranya bertarungnya anakku. Pejuang yang istimewa akan bertarung untuk menang, dan pejuang yang biasa-biasa hanya bertarung karena mereka sekedar dibayar untuk bertarung, menang sama sekali bukan orientasi utamanya.
Pakoknya sudah kelihatan bertarung, padahal sebetulnya mereka sama sekali masih jauh dari yang terbaik yang bisa mereka kontribusikan.

anak; Kenapa bisa begitu ?
saya; seperti yang ratusan kali saya pernah ucapkan pada kamu dimasalalu dan ratusan kali pula masih akan saya ucapkan ke kamu dan adik adikmu, ada FAITH yang terlibat.
Ini faktor pembeda yang serius antara pejuang biasa dan pejuang istimewa.

Anak; Jelaskan lagi donk, saya nggak pernah bosan untuk mengulanginya lagi kok.
Saya; Kita adalah product dari apa yang kita percaya.
Seorang yang percaya bahwa dia akan menang, dia akan bertarung seperti seorang pemenang.
Tapi seorang yang dari awal sekali tidak terlalu percaya bahwa dia pasti menang, dia hanya akan bertarung ala kadarnya.
Kepercayaan akan kemenangan, membuat seseorang mengeluarkan yang terbaik, tetapi kegagalan untuk percaya bahwa dia akan menang, akan cenderung berpikir, buat apa bertarung sungguh sungguh, kalau hasil akhirnya toh nggak banyak beda.

Anak; Bagaimana cara mengujinya pa?
Saya; Ujilah dari hal hal kecilnya, maka akan terlihat dalam perkara besarnya, sama seperti prinsip yang berbunyi;
Siapa yang setia dalam perkara kecil, dia akan setia terhadap perkara besar.
Ini prinsip yang luarbiasa anakku.

Anak; KAlau saya sudah terlanjur salah memilih orang, apakah yang seharusnya saya lakukan pa ?
Saya; Bicara baik-baik ke orang tersebut, bahwa kebenaran diluar sana adalah menyakitkan yaitu;

Siapa yang tidak berjuang dengan sungguh sungguh baik, hanya akan berebut remah remahnya dari kue yang sudah diambil oleh para pemenang.
Siapa yang berjuang asal berjuang, hanya akan mendapati mereka akan buang-buang umur dan kehilangan semua potensi terbaik yang sebetulnya sudah tersedia bagi semua orang di organisasimu.
Siapa yang tidak berjuang dengan sungguh sungguh baik, hanya akan mencelakakan orang orang di organisasi yang sama yang telah bekerja dengan amat baik.
Siapa yang tidak berjuang dengan baik, sama seperti seorang yang nggak fair dimana mereka berharap agar punggung mereka yang tidak terlindungi yang biasa dipanggil sebagai 'blind side'nya setiap orang untuk dilindungi orang lain, sementara mereka sendiri tidak memainkan peranan sebagai pelindung blind side-nya orang lain.
Siapa yang tidak berjuang sungguh sungguh (padahal dia mampu), seharusnya berdiam diri dulu dirumah untuk waktu yang tidak terbatas, temukan pewahyuannya terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk kembali masuk dalam arena pertempuran, sebagai seseorang yang bernilai, bisa diandalkan dan penolong yang sejati.

Karena saya percaya jauh didalam hati, setiap orang bisa menjadi pejuang yang sungguh sungguh istimewa, Kita semua punya anugrah itu, hanya saja mereka yang masih terus gagal untuk mempercayai bahwa kemenangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dirinya, mereka belum layak menyebut dirinya pejuang.

Nah anakku, apapun yang terjadi, jagalah kepercayaan-mu, lindungi kepercayaanmu ditempat yang paling aman, ditempat yang para peragu dan orang orang kalah tidak bisa mencurinya, ditempat dimana kamu akan bisa menolehnya anytime dan memperoleh kekuatan dari sana, karena itulah yang selalu dilakukan oleh pejuang pejuang istimewa yang pada akhirnya selalu berhasil mencapai perlombaan mereka.



Bangun dan jadilah dewasa.
Buka matamu dan perbaharuilah pengertian, pemahaman dan paradigma-mu.


Wishnu iriyanto

No comments: