Monday, February 13, 2012

Kritik

Entah kalian semua menganggap ini sebagai tulisan sederhana, tapi untuk saya, ini adalah salah satu kebenaran yang terlepas, yang menjelaskan sebagian besar kegagalan masa lalu saya.
Dan sayangnya, saya baru tahu hal ini, saat saya injakkan kaki saya di umur 34 thn. Bayangkan betapa banyaknya masalah yang bisa dihemat, pertumbuhan yang bisa dicapai dan prestasi kelompok yang bisa di torehkan, anda saya mengenal kebenaran ini 10 tahun lalu...

Menurut saya KRITIK itu jelek, negatif dan barang beracun.

Tapi bagaimana dengan "kritik membangun" ?

Menurut saya, nggak ada itu kritik membangun. kalau kritik membangun ada, maka seharusnya, cemoohan membangun juga secara fair harus dimasukkan kedalam kosa kata kita.
lalu:
Maki-maki yang konstruktif, hinaan yang membangun, dst.

Kritik itu sama derajat negatifnya (bukan artinya) dengan hal-hal diatas, seperti cemooh, maki-maki, hinaan dll.

Mengharap orang "biasa" berespond positif terhadap kritik sama dengan mengharap orang "biasa" berespond positif terhadap maki-maki, cemooh, hinaan dll.

Susah khan ? tapi memang bukan tidak mungkin sih.

Tapi kalau kitanya sedang berhubungan dengan orang-orang biasa (red; yg dimaksud biasa dalam hal ini adl orang yg : miskin pengajaran, biasa banget dalam pegang kebenaran hidup), maka JARANG ditemukan ada orang yang bisa bereaksi POSITIF terhadap kritik.

Kemungkinan besar respond mereka kalau di kritik adl:
Sakit hati, makin agresif dalam membela diri (walau mereka tahu pembelaan mereka sebetulnya sangat lemah dan kurang pijakan), membalas, membelokkan masalah menjadi sangat pribadi dan sangat mungkin bermuara ke level KEPAHITAN.

Jadi bagaimana dong, memberi tahu seseorang yang salah dan perlu di koreksi kalau ternyata dia melakukan kesalahan bodoh maupun diatasnya kesalahan bodoh ?

NASEHATI...

Seperti apa nasihat yang ideal dan efektif ?

Mari berpegang pada salah satu kata-kata bijak yang diucapkan oleh salah seorang yang terkaya dan paling berhikmat yang pernah hidup dimuka bumi ini:

"Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah."



JAngan cengeng untuk bertumbuh guys, cintai pengertian dan pemahaman serta pewahyuan tingkat tinggi dengan sepenuh hatimu, dan cegah ribuan masalah masalah hebat di sisa hidup kita yang diakibatkan hanya oleh KEBODOHAN DAN KETIDAK TAHUAN kita.

Silahkan di goreng.... :)

Wishnu iriyanto

No comments: