Tanya; kenapa sih elo selalu nulis tentang sikap ? nggak bisa nulis sesuatu yang lebih rumit ya, misalnya soal strategi organisasi ?
Jawab; Mungkin juga sih...:), Itu lebih karena jauh didalam dasar hati, saya selalu percaya bahwa dalam jangka pendek maupun panjang sikap yang tepat mengalahkan strategi yang paling bagus sekalipun.
Tanya; Masa iya begitu ?
Jawab; Coba sekarang kasih tahu saya, strategi rumit nan njelimet serta mahal seperti apa yang bisa di berhasil kalau sikap orang-orangnya cengeng, manja, malas, pengkhianat, tidak taat, tidak bekerja untuk menang (hanya bekerja untuk sekedar cari gaji bulanan), nggak fair, pemberontak dan lemah dalam kemauan ?
Tanya; memang kalau dibalik, ada organisasi yang sikap orang-orangnya super istimewa, tapi strategi nya ala warung kaki lima (alias sangat sederhana), apakah itu akan berhasil ?
Jawab; tergantung, berhadapan sama siapa dulu ?
Tanya; maksudnya apa ?
Jawab; kalau lawannya adalah mereka yang strategi istimewa tapi sikap anggota organisasinya hancur-hancuran, maka iya, saya percaya hal itu akan bisa digulung dengan mudah.
Tapi kalau lawannya adalah mereka yang punya strategi istimewa dan juga saat bersamaan punya orang orang dengan sikap yg sama istimewanya, maka jelas, kita bisa kalah khan ?
Tanya; orang buta huruf juga tahu bro...:). Bagaimana persisnya cara kerja dari organisasi yang minim strategi dan kuat di sikap bisa menang terhadap organisasi yang kuat di strategi dan minim di sikap ?
Jawab; begini, setiap strategi khan perlu di execute khan ?
Nah kalau sikapnya jelek, maka bagaimana dia mereka semua bisa execute strategi yang paling brilyan sekalipun ?
Rencana kalau nggak bisa dijalankan, khan sama aja bohong bukan ?
Tanya; Ada lagi penjelasan sampingannya ?
Jawab; Bisnis itu intinya manusia, strategi hanya aksesoris, nah kalau manusianya sudah hancur-hancuran, maka strategipun jadi useless man.
Tanya; Ok lah, anggap kata strategi istimewa tidak bisa mencover sikap manusia yang hancur-hancuran, Apakah strategi yang baik bisa menutupi sikap manusia yang setengah baik (satu level diatas hancur-hancuran) ?
Jawab; disini masalah jadi kompleks, karena apakah kamu bisa menjawab strategi yang bagus itu seberapa bagus ? atau apakah kamu bisa menjawab, sikap manusia yang setengah baik itu sebetulnya seberapa baik ?
ini area yang sulit diperkirakan, karena asumsi awalnyapun sudah tidak bisa didefinisikan dengan tepat, jadi kesimpulannya pun akan jelas lari dari jawaban yg benar.
Tanya; seberapa gampang sih merubah sikap orang ?
Jawab; Gampang kalau ada kemauan & komitment, susah kalau nggak ada kemauan dan komitment....
Tanya; enak bener jawabnya...:)
Jawab; nah kamu juga enak bener nanya-nya....:)
Tanya; jenis orang / pemimpin seperrti apa yang bisa mengubahkan orang lain ?
Jawab; Pemimpin hanya bisa menginspirasi tidak mengubahkan. berubah adalah kemauan dan komitment sang pelaku. Bahkan motivator paling jago pun nggak akan bisa mengubah orang lain.
Tanya; apa sikap organisasi terhadap mereka-mereka yang sikapnya jelek ?
jawab; rekomendasi saya, pisahkan mereka yang sikap kerjanya jelek berdasarkan jenis jenisnya, pisahkan berdasarkan kemungkinan berubahnya, setidaknya bagi 3 area, yaitu
yang pertama; yang masih bisa berubah dan cukup cepat perubahannya.
kedua; yang bisa berubah secepat kura kura galapagos :)
ketiga; yang baru bisa berubah kalau dinosaurus bisa hidup lagi :)
Nah yang ketiga sudah pasti harus disederhanakan.
yang kedua juga direkomendasikan sama bila pemimpinnya sibuk utk urusan yang jauh lebih penting, karena ngerubah yang slow model kura kura galapagos itu makan energy banyak sekali.
Kasihan bila urusan yang benar benar penting terbengkalai hanya karena model kura kura galapagos ini sudah pasti akan sangat menyita bahkan hampir effort semua orang.
kalau yang pertama mungkin seharusnya diberi kesempatan, karena fairnya adalah, sama seperti kita sendiri berharap diberi kesempatan oleh pelanggan, relasi dan TUHAN untuk bisa berubah dengan baik, maka seharusnya mereka juga deserve kesempatan yang sama dari kita.
Tanya; Bagaimana mendefinisikan batas dari sebuah kesempatan ?
Jawab; Menurut saya, Pertumbuhan yang konsisten dan sikap hati baik untuk berubah, memang ini bisa relatif, tanpa ini, mending sederhanakan juga deh...
Tanya; Tidakkah itu terkesan kejam ?
Jawab; lho kalau pertumbuhannya nggak konsisten dan sikap hatinya nggak cukup baik, maka saya percaya, orang orang baik diluarsana masih tersedia dalam jumlah banyak, jadi saya kira mereka yang berubahnya nggak konsisten, pada dasarnya juga nggak serius berubah khan ?
JAdi sebuah paradigma bisnis pernah berkata;
Jangan coba ubah mereka yang tidak benar benar serius untuk berubah, biarkan "KEHIDUPAN NYATA" terlebih dahulu bicara padanya, setelah itu barulah kamu tolong bila dia sudah tersadar.
ya sudah, nanti disambung lagi bro...
Bangun dan jadilah dewasa.
Kalau dalam beberapa waktu nggak bisa dibangunin juga, besar kemungkinan memang dia sudah lupa cara dan rasanya BANGUN.
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment