Ku harus jadi pria yang bijaksana
Anak kecilku sedang meniruku
Tak mau tersesat jalanku
Kutakut anakku ikut hilang karenaku
Tak sekalipun kulolos dari perhatiannya:
Yang dilihatnya kuperbuat, ia mencobanya.
Katanya ia ingin seperti diriku
Si anak kecil yang mengikutiku
Ku harus ingat ketika ku melangkah
Dimusim apapun juga:
Ku sedang membentuk MASA DEPAN
Si anak kecil yang mengikutiku
-Penulis tak dikenal-
Menurut saya menjadi pemimpin yang baik adalah seperti menjadi AYAH yang
baik.
Ada kebanggaan, yang datang berbarengan dengan tanggung jawab.
Ada fungsi yang menyatu dengan peran.
Ayah yang baik bukan sekedar menafkahi keluarganya, tapi juga membentuk
dan menentukan arah dari keluarga.
Ayah yang baik bukan sekedar bicara berapa jam di rumah dan berapa jam
diluar rumah, tapi juga bicara soal menciptakan generasi emas di
masadepan, satu tanggung jawab yang melampaui sekedar hitung hitungan
waktu.
Saat saya jadi ayah, ketakutan terbesar saya adalah saat saya tua, saya
melihat anak anak saya tumbuh menjadi generasi lemah, orang orang yang
cuma hidup dari belaskasihan orang lain, bukan dalam posisi membagi
belas kasihan, orang orang yang tidak punya peranan dalam kehidupan,
orang orang yang selalu merepotkan orang lain, orang orang yang
kaki-kakinya terlalu lemah untuk menopang kehidupannya sendiri, orang
orang yang kebiasaannya merusak, bukan MEMBANGUN.
Sebagai ayah, saya merasa, disana tanggung jawab terbesar saya, yaitu
mendidik dan menciptakan generasi generasi yang dihormati orang se zaman
nya.
Saya berusaha merenung dan mencari, metoda apa yang lebih baik daripada
metoda yang dipakai mayoritas suku suku bangsa dunia dalam menciptakan
generasi generasi pahlawan secara turun temurun.
Jawabannya terletak pada puisi diatas.
Sederhana, metoda TELADAN KEHIDUPAN.
Teladan adalah pengajaran yang melampaui metoda metoda canggih.
Teladan mengalahkan fasilitas, membuat gedung sekolah mewah menjadi
kelihatan tidak berarti. Teladan membuat guru-guru lulusan luar planet
sekalipun menjadi less superior.
Sama seperti gambar bercerita ribuan kata, teladan juga bisa ditafsirkan
dalam ribuan cerita dan kedalam ribuan pelajaran.
Teladan adalah fondasi yang kokoh. Saat anak anak kita punya fondasi
sempurna, maka mereka bisa menambahkan apapun kedalam bangunan
kehidupannya dengan mudah.
Kalau ada yang mencari metoda paling sederhana dan efektif, mereka tidak
akan menemukan metoda yang bisa mengalahkan teladan.
Pada akhirnya, pesan saya, untuk yang sudah menikah, jadilah ayah yang
baik, maka engkau akan otomatis jadi pemimpin yang baik.
Untuk yang belum menikah, jadilah pemimpin yang baik, maka engkau
otomatis akan jadi ayah yang baik...
silahkan digoreng.....
Best regards,
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment