Percakapan imaginer antara saya dan anak saya:
anak; Pa, saya mau cerita soal kerjaan saya.
saya; oh ya, soal apa ?
Anak; saya sudah bekerja beberapa bulan, tapi kenapa selalu dinilai tidak cukup baik oleh superior saya ?
Saya; Ya itu mungkin berarti karena kamu memang nggak cukup baik artinya khan....
Anak; (protes), tapi saya lebih baik dari beberapa orang kok ?
Saya; sejak kapan kamu berprinsip, karena kamu lebih baik dari orang yang jelek dan itu membuat kamu jadi kelihatan baik, dan sejak kapan saya mengajari kamu bahwa karena kamu lebih baik dari orang orang jelek, maka kamu punya pembenaran atas kinerja jelekmu ?
Anak; Tapi saya merasa saya sudah berjuang pa....
Saya; ratusan juta orang berjuang dimuka bumi ini, mengeluarkan keringat, menghabiskan banyak waktu dan tetap saja itu bukan alasan kalau yang teknik kerjanya secara konsisten jelek berhak atas toleransi khan ?
Anak; Tapi saya merasa tidak dihargai pa...
Saya; jangan cengeng, kalau kamu kerjanya memang masih jelek, jangan biasakan punya ekspektasi yang salah, karena ekspektasi yang salah akan leading pada sikap yang salah, dan saat kamu punya sikap yang salah, maka segala sesuatunya akan jadi lebih buruk anakku sayang....
Jadi sekali lagi hati hati dengan ekspektasi-mu
Anak; Tapi bukankah saya tetap saja berhak atas paling tidak sedikit penghargaan atas perjuangan saya ?
Saya; Orang orang cengeng dan lemah mungkin punya prinsip seperti itu sayang, tapi kamu tidak didesign untuk berpegang pada prinsipnya orang-orang lemah dan cengeng. Orang orang kuat hanya berhak atas penghargaan yang dia earned bukan sekedar pemberian gratisan. dan ingat, dari prinsip yang kamu anut, akan terlihat kamu akan jadi orang hebat dimasa depan atau hanya berakhir seperti kebanyakan orang orang kalah dimuka bumi ini sayangku.
Anak; tapi tetap saja saya merasa ada sesutau yang nggak pas di kasusnya saya ini pa...
Saya; jelas ada yang nggak pas, karena sikap dan ekspektasi kamu memang benar benar nggak pas seperti layaknya pejuang, sikap kapmu jelek, ke-kanak-kanak-an dan lemah.
Anak; Tapi masa dalam beberapa bulan saya mulai bekerja, saya tidak menerima satu pujian kecil sekalipun, apa iya saya sejelek itu bekerjanya ? tidak kah organisasi mengerti apa artinya berterima kasih ?
saya; wow...wow...wow tunggu sebentar......
Saya; saya mau tanya kamu, apakah kamu dibayar/digaji sebagai pengganti dari pekerjaan kamu?
Anak; iya pa...
Saya; apakah itu sesuai dengan kesepakatan kamu diawal ?
Anak; iya pa......
Saya; kalau begitu kenapa justru perusahaan yang harus berterimakasih untuk kualitas pekerjaan yang jelek ?
Anak; KArena saya bahkan sudah bekerja melampaui jam yang seharusnya pa....
Saya; iya, tapi apakah, tolong perhatikan dengan baik pertanyaan ini; Apakah kualitas pekerjaan kamu memuaskan, SEPERTI YANG KAMU JANJIKAN PADA PERUSAHAAN ITU SEJAK AWALNYA ?
Anak; Belum sih pa....
saya; JAdi dalam konsep itu, bagaimana mungkin perusahaan yang harus berterimakasih ?
Anak; ya nggak tahu ya.....memangnya harusnya bagaimana ?
Saya; harusnya bagaimana ? harusnya kamu yang seharusnya berterimakasih, entah perusahaan itu mengharapkannya atau tidak, tapi logika orang yang masih sehat akalnyadan hidup dalam prinsip FAIR mengatakan demikian.
Anak; Kenapa saya harus berterima kasih pa ? toh saya sudah bayar dengan pengabdian dan pekerjaan saya, bahkan jamnya lebih lagi....
Saya; Sebelum jawab pertanyaan kamu, mari kita balik lagi ke yang mendasar, Apakah pekerjaan kamu memuaskan ?
Anak; belum pa.
Saya; Ok, sudah berapa lama kamu bekerja disana ?
Anak; 5 bulan pa...
Saya; dan kamu tetap dibayar sesuai perjanjian ?
Anak; iya pa...
Saya; sebelum saya masuk ke point utamanya, bila kamu sebagai manajer/superior disana, apakah kamu mau, buang uang selama 5 bulan, untuk meng-gaji seseorang, untuk pekerjaan yang kualitasnya berbeda (jelek) dari yang dijanjikan ?
anak; kalau sampai selama itu, nggak sih pa....
saya; JAdi menurut kamu, dalam hal ini, menurut kamu, siapa yang harus berterima kasih ?
Kamu yang kerjanya jelek (tidak sesuai dengan perjanjian) tapi dibayar sesuai perjanjian ?
atau perusahaan yang sudah membayar sesuai perjanjian tapi tidak menerima pelayanan kamu sesuai perjanjian ?
Anak; sepertinya saya sih pa....
saya; look, saya mengajari kamu hal hal ini, bukan karena saya ingin memojokkan kamu, hanya saja saya bermimpi dan berharap kamu kelak akan jadi seorang yang istimewa, memegang nilai-nilai istimewa, punya standar fairness yang istimewa, dan pada akhirnya kamu akan dihormati orang-orang disekitar kamu.
Tapi jawabannya jelas, kamu seharusnya berterimakasih untuk kesempatan yang sudah diberikan, walau ternyata kerjamu memang masih jelek.
Anak; Ok, saya mengerti hal ini. Tapi kenapa ada beberapa teman yang terus menerus menyuarakan bahwa perusahaan lah yang seharusnya berterima kasih untuk kualitas pekerjaan jelek mereka ?
Saya; kenapa kamu selalu menyamakan diri kamu dengan orang orang kalah model begitu ? orang orang menang punya standard yang berbeda, walau jumlahnya sedikit, prinsip yang benar tetap harus dijaga.
Toh dalam kehidupan yang menang memang jumlahnya cuma sedikit khan ?
Jadi, lupakan cara berpikir bahwa kalau bila jumlah yang banyak memiliki sebuah pandangan tertentu, maka kamu-pun harus ikut mereka, anakku sayang.
anak; Ok pa, saya mau tanya hal lain, masih soal sikap "tahu berterima-kasih".
Saya; Silahkan.
Anak; Bagaimana tahu kapan kita harus berterimakasih ?
Saya; Sederhana sekali, Saat orang sudah berkorban untuk kita khan, walau mungkin itu hal kecil....itu saatnya kita harus berterimakasih.
anak; bagaimana mengerti batas terkecil dari sebuah pengorbanan yang menuntut rasa terimakasih dari penerimanya pa ?
Saya; dulu sekali saya diajar, air putih yang kelihatan gratis dan sepele, cukup untuk menuntutmu memberikan rasa terima kasih terhadap sang pemberi.
Anak; Hanya air putih pa ? yang mungkin saja hampir tidak ada effort apa-apa untuk menyediakannya ?
Saya; Yes....kata kuncinya adalah pengorbanan. Bila ada unsur pengorbanan disana, maka rasa terimakasih harus kamu perlihatkan sebagai balas gantinya.
Anak; apa untungnya punya kepekaan tinggi terhadap rasa terima kasih pa ?
Saya; mereka yang tahu berterimakasih adalah mereka juga yang umumnya tahu bagaimana seharusnya berbuat baik terhadap orang lain, karena untuk bisa mengerti rasa terima kasih, menuntut kemampuan untuk mengenali pengorbanan orang lain.
Anak; Memangnya, apa istimewanya seorang yang tahu bagaimana seharusnya berbuat baik terhadap orang lain ?
Saya;
Mereka istimewa karena mereka mempunyai salah satu kualitas terbaik dari seorang manusia.
Mereka istimewa karena orang orang jenis ini jelas sekali akan mempunyai banyak pengikut dan didukung oleh begitu banyak orang dalam setiap kesulitan-kesulitannya.
Orang-orang yang tahu bagaimana seharusnya berbuat baik adalah seorang yang mampu memikat siapa saja dalam perjalanan hidupnya.
Anak; Tidakkah semua orang tahu bagaimana caranya berbuat baik, walau mungkin dia bukan orang yang peka soal rasa terima kasih pa ?
Saya; prinsipnya begini anakku:
HAmpir semua burung murai batu bisa berkicau, tapi hanya sedikit yang kicauannya berkualitas juara.
Artinya; semua orang bisa berbuat baik, tetapi orang dengan kepekaan yang istimewa terhadap pengorbanan orang lain, mampu berbuat baik jauh lebih dalam dan lebih tinggi lagi kualitasnya.
Anak; pa, sudah malam, lanjut besok lagi ya...
Saya; Iya sayangku, intinya malam ini saya ingin kamu ingat, saat kamu tahu berterimakasih, maka kamu juga akan tahu bagaimana cara untuk membalasnya, dan orang yang tahu cara membalas kebaikan orang-lain, kemudian akan menerima kebaikan dan pengorbanan lagi jauh lebih banyak dari lebih banyak orang.
Pertajam kualitas kamu, jangan merasa rugi untuk berbuat baik, hanya karena kamu melihat orang lain tidak melakukan hal tersebut, Jangan pernah iri terhadap mereka-mereka itu.
Tolong diingat sekali lagi;
Saat pengertian dan pemahaman mu besar, maka masadepanmu pun akan besar
Saat paradigma-mu luas, maka masa depanmu pun akan terbentang luas.
Saat nilai nilai kehidupan mu berstandar tinggi, maka kualitas masadepanmu-pun akan tinggi
Saat cara memandangmu terhadap sesuatu ada di level luarbiasa, maka kamu akan berhak atas apapun yang berkualitas luarbiasa di kehidupan ini.
Bangun dan jadilah dewasa.
Buka matamu dan perbaharuilah pengertian, pemahaman dan paradigma-mu.
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment