Banyak ahli strategi menyarankan, kalau kita mau menang perang, kenali musuh musuh kita dengan sangat baik. Bahkan, dari satu buku militer yang pernah saya baca dan merupakan satu bacaan di level S-2 bagi perwira militer Indonesia yang sedang memperdalam hal ini di melbourne uni, yang berbicara tentang perang psikologis, disebutkan dengan baik, yaitu kalau kita mengenal dengan baik cara berpikir nya saja dari lawan-lawan kita, dan mampu menangkapnya (memenjarakannya), maka hati dan jiwanya akan otomatis ikut terpenjara.
Tapi pertanyaan sederhananya begini, sebelum berpikir untuk mengenali lawan-lawan kita, sudahkah kita mengenal diri kita sendiri dengan sempurna?
Bayangkan, ternyata banyak sekali orang yang hidup dengan dirinya sendiri selama umur yang dimilikinya, ternyata nggak cukup banyak yang mengenal dirinya sendiri.
Apa itu mengenal diri kita sendiri?
Kalau kita kuliah sastra inggris, kemudian kita mengenal diri kita hanya sebagai guru bahasa inggris semata, saya ragu apakah itu bisa disebut kita sudah mengenal diri kita dengan sempurna.
Kalau kita kuliah bisnis, lalu kita hanya mengenal diri kita sebagai seorang operator bisnis semata, saya ragu itu bisa disebut sebagai mengenal diri kita dengan sempurna
Atau kalau kita saat ini sedang dipekerjakan sebagai staff pendukung, dan ternyata kita memandang hanya itulah kemampuan dan kapasitas kita, maka itu jelas artinya kita tidak mengenal diri kita dengan sempurna.
dan seterusnys
Atau lebih parahnya lagi, karena pemimpin kita mempekerjakan kita di satu area tertentu, maka kemudian kita memandang itulah kita.
sekali lagi: KITALAH YANG HARUS MEMAHAMI DIRI KITA SENDIRI DENGAN SEMPURNA, JANGAN PERNAH MENYERAHKAN PADA ORANG LAIN, UNTUK MENILAI BAGAIMANA KITA.
JAngan pernah berkata demi alasan kerendahan hati yg bodoh dan salah:
Saya tidak bisa menilai diri sendiri, biarlah orang lain yang menilai saya.
ITU NGACO dan 1200% BODOH....
Mungkin kita gagal di fase fase awal hidup kita, tetapi kitalah yang tetap harus memegang kendali atas penilaian terhadap kapasitas diri kita sendiri.
Saya percaya, setiap orang menyimpan benih kepahlawanan dalam dirinya, SEMUA ORANG TANPA TERKECUALI, tapi sayangya nggak semua orang mampu mengenalinya.
Saya percaya setiap orang punya benih kapasitas untuk melakukan perkara raksasa, perbuatan perbuatan hebat dan menakjubkan, tapi itupun kalau dia mampu mengenalinya.
Kenapa saya menyebut benih, karena seperti sifatnya benih, kalau tidak diperlakukan dengan baik, ya dia tidak akan bisa tumbuh jadi sesuatu yang seharusnya.
Saya tidak bermaksud untuk tidak rendah hati, tapi saya walau masih jauh dari sempurna, saya sudah mengenal sebagian kecil benih benih istimewa dalam diri saya, saya mengetahui bahwa saya kelak, dimasa depan, akan melakukan tindakan tindakan kepahlawanan yang akan mempengaruhi kehidupan banyak orang dan saya tahu kalau Tuhan sudah dan masih akan percayakan saya perkara-perkara besar dalam kehidupan ini demi kebaikan banyak orang.
Dan seharusnya, rekan rekan pun tahu benih benih istimewa dalam diri mereka masing-masing.
Bahkan kadang-kadang, saya bisa melihatnya walau sedikit, misalnya:
Saya bisa melihat dalam ibu ochie kalau dengan keistimewaannya bangun hubungan dengan orang lain, dia akan kelak memenangkan hati begitu banyak orang luarbiasa dimasa depan, sementara kita tahu, pahlawan hebat sekalipun, tanpa punya kemampuan memenangkan hati orang orang diseklilingnya, akan sulit baginya untuk memenangkan peperang kecil sekalipun.
Saya bisa lihat dalam diri jimmy kalau dengan kelembutannya, dia punya potensi untuk membangkitkan kepahlawan dalam diri ribuan anak anak muda.
Saya bisa melihat dalam diri pak jeffry, dengan kebijak-sana-annya dan cara berpikirnya yang jernih, dia punya potensi untuk mempengaruhi, mengumpulkan ribuan orang dibawahnya dan menggerakkan mereka kedalam satu tujuan besar.
Saya bisa melihat dalam diri pak christian, dengan kesetian dan kapasitas istimewanya untuk terus bertumbuh tanpa mengenal batas, dia akan akan jadi inspirasi bagi bangkitanya ribuan orang-orang istimewa dilintas disiplin ilmu, dalam kehidupan ini.
Saya bisa melihat dalam diri lexi yang secara istimewa mampu memecahkan masalah diluar area-area keahliannya semula, kalau dia berpotensi menjadi teladan bagaiman ribuan orang-orang kuat dan berkapasitas istimewa di lintas disiplin akan belajar memecahkan masalah masalah psikologis mereka yg membatasi mereka berkembang diluar kompetensi inti mereka dan kemudian menikmati kebesaran hidup.
Saya bisa melihat dalam diri pak yuslan, dengan ketulusannya, dia punya potensi untuk memikat ribuan orang orang istimewa untuk dengan senang hati menyerahkan diri mereka untuk dipimpin dan digerakkan serta berkomitment untuk satu peperangan dalam skala raksasa.
Saya bisa melihat dalam diri selly, dengan cara berpikirnya yang malampaui kebanyakan orang serta kepemilikan nilai nilai hidup secara unggul, akan punya potensi untuk menyeimbangkan organisasi di skala raksana manapun dalam perjuangan panjang mereka dan menjadi tempat berpaling bagi ribuan orang orang kuat akan nilai nilai istimewa yang seharusnya mereka hidupi.
Saya bisa melihat dalam diri pak joe, hasrat besarnya untuk menang dalam kehidupan ini, punya potensi untuk memimpin visi-visi raksasa dalam organisasi ini dan memastikan kemenangannya karena dia akan bertekun untuk memecahkan masalah masalah baru yang radikal sekalipun yang orang lain menolak untuk deal with it dan malalui kemenangannya, akan bisa menjamin masa depan orang-orang kuat yang sudah mempercayakan hidup mereka di organisasi ini.
Saya bisa melihat dalam dirinya claudia, satu potensi untuk membangkitkan ribuan PEMIMPIN-PEMIMPIN hebat, yang akan memiliki ribuan pasukannya masing masing dan bergerak keseluruh penjuru mata angin, memenangkan satu peperangan ke peperangan berikutnya, menjelajah dari satu wilayah ke wilayah lain dan akan mengclaim setiap tempat yang di injaknya, menjadi miliki pusaka yang TUHAN percayakan bagi mereka.
dan seterusnya.
Mari hidupi satu kepercayaan, kalau potensi tersembunyi kita masih jauh lebih besar dari apapun yang sementara kita kerjakan.
Hancurkan batas-batas psikologis kita yang selalu membuat kita takut gagal, takut malu, takut memikul extra tanggung jawab dan takut berkomitment lebih, karena didalam hal-hal tersebut ada kunci tersembunyi untuk melepaskan benih talenta-talenta raksasa dalam hidup kita.
Kenali benih-benih istimewa dalam diri kita, dan hidupi takdir kita dengan indah.
Melbourne, 16 juli
Wishnu iriyanto
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment