Pertanyaan ini menghampiri saya sejak bertahun tahun lalu.
Dan jawaban sepanjang jaman selalu bergeser-geser.
Dulu saya pernah berpendapat bahwa membuka cabang di wilayah etnis tertentu adalah yang tersulit.
Alasannya: karena di wilayah wilayah ini, sekalipun kita sudah memiliki product yang terkuat dipasaran, harga yang paling fair di pasaran, bonus product yang paling fair dst, tetap saja nature-nya mereka adalah orang-orang yang pemilih dan ALOT (susah) untuk dimenangkan.
Sementara yang kebalikannya adalah saya beranggapan, dengan membuka cabang di wilayah wilayah yang didiami oleh sebagian besar etnis lainnya, akan lebih mudah untuk menutup penjualan.
Dilain waktu lagi, saya pernah berpikir bahwa yang tersulit adalah menjalankan operasi di kota besar, karena client client mudah menjadi bingung, akibat banyaknya pesaing yang ahli.
entah itu ahli dalam memiliki product yang kuat, ahli dalam mengacaukan pikiran client (biasanya terjadi di pesaing yang productnya sebetulnya tidak kuat, tapi ahli dalam pembentukan opini public) dll.
Sementara kebalikannya adalah strategi membuka cabang di wilayah2 yang cenderung remote area atau kota2 kecil, dimana persaingan akan sepenuhnya kita yang kendalikan dan kita punya potensi untuk jadi raja lokal karena superioritas product dan pengalaman kita.
Dan masih ada banyak lagi pikiran2 berbeda seperti hal-hal diatas.
Tapi sekali lagi, apakah hal itu memang merupakan AKAR DARI JAWABAN YANG SAYA CARI?
Karena saya percaya, jawaban diatas mungkin ada benarnya, tapi masih belum menjawab akar sesungguhnya.
Dan tanpa menemukan akar permasalahan yang paling inti, kita masih sangat rawan untuk tersesat dan gagal.
Dan jawaban itu datang pagi ini, di hari ulang tahun saya.
JAwabannya sederhana: Lokasi peperangan TERSULIT di bisnis kita ada di PIKIRAN KITA masing-masing bukan dilokasi lokasi fisik.
Tanpa kemampuan memenangkan peperangan di pikiran kita, maka tidak akan ada yang terjadi nyata di alam nyata
Misalnya: Saya mau menjual sesuatu pada seseorang. Kalau saya gagal untuk bisa menang di alam pikiran saya bahwa saya akan berhasil menjual sesuatu padanya, maka gerakan/tingkah laku/gesture saya akan diselimuti keragu-raguan.
Unsur percaya diri tidak terlibat didalamnya.
Sehingga saya menjadi canggung dan lemah hati dan cenderung tidak ngotot saat ada penolakan awal dari mereka.
Dan semua teori pemasaran mengatakan bahwa ketidak percayaan, keragu-raguan dan kecanggungan, membunuh penjualan terkecil sekalipun.
Tetapi sebaliknya: kepercayaan diri dan sikap positif MENULAR DAN MEMPENGARUHI.
JAdi, bukan soal dilokasi mana kita buka cabang, ditempat mana kita beroperasi, dan diwilayah wilayah mana kita memutuskan untuk menjual sesuatu, karena tanpa orang-orang yang BISA MENANG di alam pikiran mereka masing-masing, lokasi paling mudah sekalipun kita tetap akan gagal, karena bisnis terkait erat dengan unsur manusia-nya.
Saat unsur manusianya salah, maka pekerjaan akan gagal.
Saat unsur manusianya sudah tepat, maka tidak ada pekerjaan yang terlalu sulit untuk dimenangkan.
Tidak penting unsur manusia-nya sudah punya pengalaman kerja masa lalu, seberapa lama sekalipun, atau seberapa senior dia, karena karena di masa depan terbentang hal hal/permasalahan-permasalahan baru dalam jumlah berlimpah-limpah, yg artinya pernah menang dimasa lalu tapi gagal dalam menang di alam pikirannya untuk persoalan-persoalan baru, maka pengalaman masa lalu jadi tidak relevan.
JAdi rekan-rekan, jangan pernah bangga akan kesenioran kita, karena ini hanya berkontribusi kecil terhadap kemampuan kita menang di alam pikiran kita.
TApi banggalah bahwa kita adalah seseorang yang memegang teguh kepercayaan-kepercayaan bahwa kesulitan apapun,akan mampu kita menangkan,entah sekarang atau nanti di alam pikiran kita,karena Tuhan yang empunya segala sesuatunya, telah mengaruniakan kemampuan luarbiasa dalam diri kita untuk menang dan menikmati hal-hal baik yang dunia sediakan, sejauh kita tidak menyisakan ruang ruang berpikir kita terhadap KE-NEGATIF-AN.
Apapun yang kita kerjakan sekarang, anggaplah itu baru merupakan hal hal kecil dari hal-hal luarbiasa besar, indah dan menakjubkan yang Tuhan sediakan dimasa depan.
KArena saat kita kehilangan kemampuan meraih hal-hal kecil, maka hal-hal besarpun tidak akan mampu kita jangkau dan raih.
Biarlah hikmat, kebijaksanaa, pengetahuan, pemahaman dan kemampuan untuk keluar dari lubang kesulitan manapun, dicurahkan atas kita karena kita sendiri membuka ruang ruangnya didalam diri kita dan menggantikan hal-hal negatif, prasangka2buruk, kepahitan dan APATIS-me yang terlanjur berakumulasi dan berdiam dalam diri kita semua selama bertahun-tahun kebelakang sadar atau tanpa disadari.
"Saat saya memutuskan untuk tetap berjuang, menjaga kepercayaan saya tetap positif dan melangkah maju walau dari jauh sepertinya terlihat tidak ada PINTU keluar, saya terkejut mendapati bahwa ternyata ada banyak jendela-jendela yang terbuka lebar dan disingkapkan seiring perjalanan waktu"
(wishnu)
Melbourne, 8 juli 2011
Monday, February 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment