Monday, February 13, 2012

Pesan dari melbourne (14) : Saat KEHIDUPAN sendiri yang mengajarkan KEBENARAN

Karena belakangan ini saya menderita sakit kepala akibat berhubungan dengan orang-orang yang sangat saya sukai tapi punya sikap keras kepala yang benar-benar menyusahkan, saya jadi lebih bisa bersimpati terhadap perasaan mami saya dimasalalu terhadap saya, dan untuknya saya mau berbagi pengajaran kuno yang saya terima dengan anda sekalian.

Entah apa motivasinya, mamiku sering bilang dalam bahasa yang sudah aku sesuaikan tetapi dengan spirit yang sama, ialah;
Jangan sepelekan teguran orangtua/pemimpin dan orang-orang disekelilingmu yang mengasihi engkau, sebelum datang waktunya dimana KEHIDUPAN itu sendiri yang kelak akan menegurmu.

Dulu, waktu dengar hal-hal begituan, perasaan-ku sih biasa-biasa aja, karena saya nggak benar-benar mengerti apa yang dimaksud "teguran dari KEHIDUPAN nyata".

Tapi pengalaman kebelakang sampai berumur 33 thn ini mengajarkan/memperlihatkan betapa benarnya perkataan mamiku dan BETAPA SAKITNYA ditegur sendiri oleh kehidupan.

Salah satunya, saya pernah menulis cerita ini dimasa lalu, dimana saya pernah punya pengalaman dihajar sekitar 250 juta oleh KEHIDUPAN, melalui bisnis warnet yang gagal total, untuk sebuah esensi yang orangtua saya sering ajarkan berulang ulang.
Sesuatu yang sebetulnya tidak perlu terjadi.

Apakah itu satu-satunya cerita dimana saya dihajar sendiri oleh kehidupan? sayangnya TIDAK.
Ada begitu banyak kesulitan, susah payah, penderitaan dan tekanan hebat terjadi di kehidupan saya, yang sebetulnya saya bisa hemat begitu banyak, tanpa harus mengalaminya, andaikan saya punya SIKAP HATI yang baik terhadap teguran, hajaran, cacimaki, hantaman dari sejenis manusia biasa. Sayangnya sikap hati nggak berapa bagus saat itu, sehingga KEHIDUPAN itu sendiri yang akhirnya melakukan bagiannya.

melalui semua hal-hal yang tidak enak itu, saya akhirnya mendarat pada kesimpulan, masih jauh lebih enak bila saya hanya di hajar oleh orangtua saya/pemimpin saya/sekeliling saya yang bentuknya masih manusia, dibanding saya harus dihajar oleh KEHIDUPAN ini untuk kebenaran kebenaran mendasar.

Karena kebenarannya adalah, cara kerja dari KEHIDUPAN adalah sadis dan brutal serta tidak mengenal belas kasihan, tidak pernah bersimpati dan tidak melembut hanya karena kita sudah jatuh terjerembab tidak berdaya.

walau mungkin tulisan pendek ini dibuat untuk teman-teman sesama pejuang dalam kehidupan ini, tapi saya juga mau menyertakan pesan saya kepada anak-anak saya kelak terkait dengan tema ini :

Jangan pernah tolak KEBENARAN, hanya karena kita tidak menyukainya atau terasa menyakitkan, karena kebenaran itu toh tetap akan datang juga walau mungkin sedikit tertunda, hanya saja yang menakutkannya adalah, saat kebenaran itu tidak lagi disampaikan melalui kata-kata semata, tetapi oleh KEHIDUPAN dalam bentuknya yang paling menyakitkan.

Jangan terganggu oleh tamparan manusia, karena jauh lebih baik tangan manusia yang menampar kita dibanding tangan dari KEHIDUPAN yang menampar kita. Karena kalau itu terjadi, menangis dan meraungpun hanyalah tindakan sia-sia.

Mengucap syukur-lah bila manusia lain MENENDANG kita karena kita memang bodoh, keras kepala, tidak bepengertian, awam, hijau, dan kurang didikan, karena bila KEHIDUPAN yang sudah turun tangan untuk MENENDANG kita, akibat dari terus menerus mempertahankan dan memelihara kebodohan, ketidak-mengertian, ke-awam-an, ke-hijau-an dan kekurangan didikan, maka merayap-rayap dan menjert-jerit untuk minta ampun pun sudah tidak banyak gunanya.

Dan mengucap syukurlah untuk manusia manusia disekeliling kita yang telah menyampaikan kebenaran kebenaran walau dalam bentuk yang berbeda beda, baik itu teguran, caci maki, tamparan, hajaran, pukulan dan tendangan dengan harapan AGAR KITA BERUBAH, karena bila kehidupan yang sudah ambil alih "pendidikan' kita, kita akan selalu berharap bisa kembali kemasa lalu, dimana apapun yang manusia lain lakukan terhadap kita, ternyata jauh lebih enak dibanding KEHIDUPAN itu sendiri yang sadarkan kita.


Bangun dan jadilah dewasa anakku.
Buka matamu dan perbaharuilah pengetahuan, pengertian, pemahaman, paradigma dan pewahyuan-mu.


Wishnu iriyanto

No comments: