Prinsip:
Orang benar yang bersih kelakuannya –
Berbahagialah keturunannya
Kita semua sepakat kalau dunia usaha di Indonesia mempunyai permasalahan serius dalam bidang sumberdaya manusia khususnya skill.
Tetapi menurut banyak orang-orang bisnis, selain masalah skill, masalah sumberdaya manusia lainnya yang sangat mengganggu mereka dalam berekspansi untuk memasuki bisnis-bisnis baru yang lebih menantang dan menguntungkan adalah masalah karakter dari pribadi-pribadi yang berskill tersebut.
Mari saya jelaskan dalam bahasa yang sederhana, banyak diantara orang-orang kuat didunia bisnis kita yang sebetulnya mengetahui begitu banyaknya peluang-peluang lain diluar bisnis intinya, hanya saja mereka tidak mau atau tidak berani memasuki bisnis tersebut karena kekurangan orang yang dipercaya untuk meng-eksekusi peluang tersebut.
Mereka mengakui bahwa tenaga berskill yang mumpuni masih langka, tapi menurut mereka sebetulnya kesulitan itu masih bisa diusahakan lewat berbagai cara misalnya insentif atau benefit yang lebih besar dibandingkan pasar pada umumnya, tapi bila calon yang mumpuni secara skill tersebut gagal dalam test karakter maka tidak akan ada orang bisnis sejati yang berani ambil resiko mempekerjakan orang-orang yang diragukan karakternya.
Mereka yang dikategorikan orang-orang bisnis sejati umumnya telah melewati berbagai macam susah-senangnya bisnis dan jatuh-bangunnya bisnis. Mereka juga umumnya sudah kenyang ditipu orang, diakali pegawai, dan dibohongi oleh partner.
Akhirnya, orang-orang bisnis sejati umumnya berhasil mengembangkan suatu skill khusus untuk mengenali sifat dasar manusia dalam interview pertama atau hanya dalam 1 bulan bekerja bersama-sama.
Orang-orang bisnis sejati ini umumnya mampu melihat jauh kedalam jiwa calon partner atau calon pegawai apa yang sebenarnya disembunyikan dibalik penampilan yang menawan, ijasah yang kelihatan bergengsi atau tutur kata yang memperlihatkan kesan profesionalitas sekalipun.
Untuk mereka, bahasa tubuh yang mengagumkan atau pengalaman yang mempesona sekalipun tidak akan mampu menutupi cacat karakter didalam jiwa si calon pegawai atau partner ini, bila memang ada.
Kalaupun karena satu dan lain hal dia lolos dalam test interview, biasanya dalam 3 bulan kedepan masa kerja, tidak pernah ada orang yang mampu secara sempurna menyembunyikan cacat karakternya, maka ini masa dimana semuanya harus diselesaikan secara tuntas.
Hanya saja saya berpendapat, orang-orang bisnis yang gagal menemukan cacat karakter dari partner atau pegawainya dalam pertama kali lihat, saya pikir dia belum benar-benar orang bisnis sejati apalagi yang sampai lewat 3 bulan masa kerja masih belum bisa mengenali secara utuh partner atau pegawai yang dimilikinya, maka dia berpotensi terlibat masalah atau kerugian tidak perlu dimasa mendatang.
Apabila ada yang bertanya kepada saya apakah yang disebut berkarakter baik itu berarti harus setia sampai mati pada majikannya dan tidak pernah boleh mengambil kesempatan yang lebih baik bagi karir dan masa depannya seperti mendirikan usahanya sendiri kelak, maka saya akan jawab bahwa berkarakter baik itu berarti pada saat dia berkemampuan dan memiliki kapasitas untuk mendirikan usahanya sendiri, itu tidak dilakukan atas dasar menikam tuannya dari belakang atau diatas berbagai kecurangan lainnya.
Karena saya melihat banyak sekali orang-orang yang bermaksud untuk mendirikan usahanya sendiri memulainya dengan cara belajar bisnis pada mereka yang lebih dulu exist. Ini sama sekali tidak salah.
Hanya saja kalau bisnisnya didirikan diatas skill yang dipelajari dari tuannya dan juga diatas langganan/relasi yang dimiliki oleh tuannya dan menyabot bisnis tuannya, maka ini adalah cacat karakter yang besar.
Saya berpendapat, dia boleh mempelajari skill dari tempat bekerjanya, tapi dia tidak boleh merugikan perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya pada saat dia mulai berusaha secara mandiri apalagi sampai menikam perusahaan lamanya.
Salah satu contoh ada di keluarga besar saya.
Ada satu keluarga yang menghasilkan keturunan-keturunan yang sangat pintar dan cerdas dalam dunia bisnis, hanya saja dijauhi oleh keluarga-keluarga yang lain karena terkenal sering memotong bisnis keluarga lain.
Caranya sangat sederhana, dimulai dari bekerja di usaha keluarga lain, setelah merasa mampu, dia akan mencuri semua langganan, relasi dan kontak kontak bisnis lainnya dan bahkan dalam beberapa kejadian, ada usaha keluarga lain yang sampai rontok karena ulahnya.
Dari generasi atas sampai bawah, hal itu terjadi berulang ulang dalam skala yang berbeda-beda, sehingga diantara keluarga kami yang lain, tidak ada yang berani melibatkan keturunan keluarga ini kedalam bisnis mereka karena reputasi keluarganya yang begitu terkenal walaupun keturunannya terhitung sangat cekatan dan bertalenta baik, karena kalau urusannya sudah masalah karakter, tidak ada keluarga lain yang berani ambil resiko.
Tulisan diatas tidak dibuat untuk menghambat orang-orang bagus untuk berkembang, hanya saja untuk mengingatkan bahwa ada begitu banyak jalan untuk tumbuh jadi besar tanpa harus merugikan pihak lain.
Saya percaya bila talenta anda memang luarbiasa dan karakter anda juga luarbiasa baik, Tuhan pasti buka jalan di area-area yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh kita. Dan saya juga percaya bahwa talenta yang baik dan bersinar tidak akan pernah bisa disembunyikan oleh siapapun, dia akan memancar keluar dan menarik banyak peluang-peluang bagus mendekat.
Tuhan memberkati setiap pejuang yang bertekun dalam panggilannya.
Wishnu iriyanto
Managing Director of
FUTURE education (agent sekolah ke luar negeri)
&
FUTURE English (Satu-satunya kursus bahasa inggris bergaransi IELTS 6.5 / TOEFL 580 dengan angka keberhasilan 100%)
Saturday, October 4, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment