Beberapa kebudayaan memanggil nama yang berbeda terhadap keberuntungan. ada yang menyebutnya sebagai hoki, rejeki, luck dll
Dari cara saya sekeluarga dibesarkan dan melalui pengalaman pengalaman pribadi, saya percaya sekali terhadap keberuntungan.
Menurut saya pribadi, keberuntungan dipengaruhi sekali oleh beberapa faktor faktor utama terlepas lagi banyaknya faktor kecil kecil. Tapi dalam tulisan saya ini, saya hanya akan membahas faktor faktor yang utama saja.
Beberapa faktor yang saya percaya sangat mempengaruhi keberuntungan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pertolongan TUHAN.
Di tulisan saya mengenai 'pilihan hidup', saya memberikan contoh om saya yang sangat pintar, pekerja keras, ulet & ber visi jauh. hanya karena dosa "main perempuan", bisnis yang diusahakannya selalu gagal....gagal disini bukan hanya bicara kurang berhasil, tapi bicara kemiskinan selama 9 thn. lalu pada saat dia bertobat, Tuhan baru buka jalan...dia memberikan kesaksian kalau sampai tidurnya pun diberkati TUHAN, dia sering ditelp orang ditengah malam, dini hari dan pada saat saat tidurnya hanya untuk diberikan kontrak kerja. dia menjadi sangat berhasil dan bilang kalau dulu, dia kerja 15 jam sehari hanya cukup untuk makan saja, tapi sekarang dia hanya kerja normal sekitar 8 jam sehari, diberkati secara berkelimpahan, apapun yang dia kerjakan berhasil.
Susah dijelaskan secara gamblang dan ilmiah hanya saja jelas sekali ada campur tangan TUHAN dalam pekerjaannya yang mempengaruhi keberhasilannya.
Menurut saya faktor ini yang terpenting dari semua penjelasan tentang alasan mengapa ada orang lebih beruntung dan ada yang kurang.
Karena dalam pengajaran ke kristen an yang saya terima, ada satu konsep penting yang menjadi dasar yaitu; Apabila Tuhan sudah buka jalan seseorang, tidak akan ada yang bisa menutup, sebaliknya bila Tuhan sudah menutup jalan seseorang, maka tidak akan ada yang pernah mampu membuka
2. Kerja keras
Dalam survey yang di adakan di amerika untuk para kalangan kaya, yang akhirnya dibukukan dengan judul ; Pemikiran millioner, peneliti menemukan bahwa banyak sekali orang orang kaya tersebut menempatkan keberuntungan sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilannya. tentunya ini adalah hal yang mengejutkan di Amerika sana. setelah di interview lebih jauh, ada satu pendapat yang dianggap bisa mewakili penjelasan logis dari 'keberuntungan' tersebut adalah; Semakin saya bekerja keras, keberuntungan menghampiri saya lebih sering.
3. Persiapan
Thomas alfa edison bilang: Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.
Ada pendeta saya yang bernama Jonathan pattiasina yang menjadi gembala di caulfield uniting church di melbourne. Dia dikenal sebagai pembicara/pengkotbah yang luar biasa bermutu dan selalu siap bicara kapan saja dng topik bermacam macam dan dengan kualitas kotbah yang sama levelnya.
ketika beliau ditanya apa yang menjadi rahasia kotbah nya yang secara konsisten selalu bermutu, beliau bilang persiapan.
Beliau bercerita bahwa pada saat sebelum beliau lulus dari sekolah teologia, beliau sudah mempersiapkan sekitar 1000 kotbah, dan pada saat beliau berumur 26 tahun, sudah ada sekitar 2000 kotbah yang dipersiapkan dengan topik topik yang berbeda. Coba bandingkan dengan pembicara lain yang mempersiapkan materinya hanya beberapa hari sebelumnya.
Dalam bidang bisnis, saya pernah bertemu dengan teman se angkatan yang sangat berhasil di dunia properti. dia bercerita bahwa 2 thn sebelum dia bertemu dengan peluang yang akhirnya merubah hidupnya secara luar biasa dibidang properti, dia sudah mempersiapkan pengetahuan tentang properti juga secara luarbiasa.
4. Karakter pribadi
Ada satu survey yang pernah saya baca di masa lalu yang menyimpulkan bahwa lebih dari 70 % promosi kenaikan jabatan, dipengaruhi oleh karakter pribadinya dibanding prestasi nya.
Pada saat saya memimpin organisasi saya sendiri, saya pribadi meng-amini pendapat ini. karena saya percaya sekali, mempromosikan orang orang dengan pencapaian luarbiasa tapi dengan karakter pribadi yang buruk, tdk akan membawa kebaikan apa apa bagi organisasi.
Orang orang dengan karakter jelek walau dia berpencapaian pribadi yang hebat, apabila ditempatkan sebagai pemimpin dalam skala apapun, hanya akan merusak atmosfir positif organisasi dan mempengaruhi nilai nilai organisasi ke arah yang lebih buruk.
Pendapat saya ini sangat dipengaruhi sekali oleh prinsip; Warna organisasi dipengaruhi sekali oleh warna pemimpin.
Selain contoh karakter diatas, masih banyak lagi contoh karakter yang juga mempengaruhi keberuntungan, salah satu nya adalah : mudah tersenyum.
Ibu saya bilang:orang yang ramah & mudah senyum, rejekinya lancar. Saya rasa untuk pendapat ini, tidak butuh penjelasan yang sangat ilmiah karena kita semua pasti menyukai untuk bisa berhubungan dengan orang orang ramah dan mudah tersenyum dibanding dengan orang orang muram yang cenderung membawa hawa negatif.
5. Investasi kebaikan.
Dalam terminologi ke-kristen-an, ini disebut juga hukum tabur tuai.
Jenis investasi ini tidak bisa dibayangkan seperti dalam bidang finansial. misalnya; adalah luar biasa salah bila kita ber investasi kebaikan terhadap seseorang dan berharap balasannya dari orang yang sama dan dalam jumlah yang kita harapkan.
Jadi, apabila kita memutuskan untuk ber-investasi kebaikan, kita hanya berharap kalau suatu saat nanti Tuhan yang akan balas lewat orang lain lagi atau setidaknya anak anak kita nanti dimasa depan menuai buah perbuatan kita.
Jadi kalau dimasa sekarang, saya dan rekan rekan mungkin menerima begitu banyak kebaikan dari orang orang lain, bisa saja itu bukan karena kebaikan yang saya dan rekan rekan sudah tabur sebelumnya, tapi mungkin saja itu hasil dari kebaikan yang orang tua kita dahulu sudah tabur lebih dahulu kepada seseorang dan Tuhan gerak-an seseorang lagi dimasa kita untuk membalasnya.
Mengingat buah dari jenis investasi ini tdk bekerja berdasarkan prinsip investasi konvensional, maka jangan pernah harapkan ini akan berbuah dalam waktu dekat, hanya saja tanamkan dalam hati kalau kita harus tetap menabur bila kita ingin menuai suatu saat kelak.
Karena seperti layaknya hukum tabur-tuai, kalau kita tdk pernah menabur, bagaimana mungkin kita bisa berharap akan menuai.
Sebetulnya sikap yang terbaik dalam investasi jenis ini, diwakili oleh kebijakan kuno yang berbunyi:
"Lupakan kebaikan yang pernah kita tabur, tapi ingatkan selalu diri kita & generasi generasi berikutnya akan budi baik orang orang yang pernah kita terima."
Semoga berguna
Tuhan memberkati setiap pejuang yang bertekun hingga akhir.
Wishnu iriyanto
Managing Director
FUTURE education & FUTURE english
(Agen sekolah ke luar negeri & penyedia kursus bergaransi TOEFL 580 / IELTS 6.5 dng angka keberhasilan 100%)
Saturday, October 4, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment