Thursday, May 3, 2007

Pelajaran bisnis dari amsal salomo bagian 4

Prinsip;

Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya,
dan teguran yang mendidik itu jalan kebenaran


Seorang penulis buku laris yang bernama John mason menulis dalam salah satu bukunya yang berjudul “mustahil menjadi mungkin”, sebuah kalimat yang menurut saya sangat baik untuk direnungkan;

Hanya pikiran yang lapar yang dapat bertumbuh

Harus kita akui, ada begitu banyak prinsip prinsip yang mengandung kebenaran dan kebijaksanaan di luar sana . Bahkan bila kita memutuskan untuk mendedikasikan seluruh hidup kita dengan mempelajari semua kebenaran dan kebijaksanaan tersebut, sampai akhir hayat kita pun kita hanya dapat mempelajari secuil dari seluruh kebenaran yang ada.

Tapi walaupun semua pengejaran akan semua kebenaran itu tidak akan pernah sanggup untuk kita kuasai seluruhnya, hanya saja mereka yang terus menerus merasa lapar dan haus akan kebenaran, hikmat dan kebijaksanaan dan mengejarnya seperti seseorang mengejar sesuatu yang sangat berharga, maka saya percaya itu semua akan membawa dia kedalam satu pencerahan luarbiasa yang akan membawa dia terus naik dari satu level ke level yang lebih tinggi secara konsisten baik itu dalam bisnisnya dan kehidupannya.

Pelajaran pelajaran tentang kebenaran, kebijaksanaan dan hikmat, tidak selalu mahal. Banyak sekali yang sebetulnya tersedia dengan gratis.
Orang orang yang kita anggap kecil dan tidak berpendidikan disekeliling kita, belum tentu dalam kebijaksaan hidup, mereka lebih rendah dari dosen dosen kita yang terhormat dan mempunyai gelar yang hebat hebat.

Dari seorang tua yang menjual makanan dipojok jalan, apabila kita mengabaikan agamanya, penampilannya, tutur bahasanya, apalagi level bisnisnya, dan bila sikap hati kita benar untuk diajar, saya percaya kita bisa menggali begitu banyak ajaran ajaran yang bernilai tinggi dan bersifat universal.

Hanya karena kita memeluk satu agama dan mempercayai semua pengajaran-pengajar an didalamnya, saya percaya tidak berarti agama kita telah memonopoli semua kebenaran dan kebijaksanaan yang ada di muka bumi ini.

Saya berpendapat, sikap picik telah membawa banyak sekali orang-orang yang seharusnya mampu menjangkau lebih jauh dari apa yang dicapainya saat ini, tertahan pada levelnya sekarang, karena mereka menolak semua kebenaran-kebenaran selain dari kebenaran kelompoknya.

Hanya karena si pengajar berbeda latar belakang akademik, penampilan yang jauh dari meyakinkan, tutur bahasa yang dirasa kurang intelektual, strata social yang jauh berbeda, apalagi berbeda latar belakang kepercayaan, maka banyak dari kita akan menolak semua esensi pengajaran-pengajar an kebijaksanaan yang bersifat paling umum sekalipun dimana menurut saya ini sesuatu yang sangat menyedihkan.

Dalam hal teguran pun sama, apabila teguran diucapkan dengan suara yang kita anggap kurang sesuai, pemilihan lokasi teguran yang dianggap tidak memadai, bahasa tubuh si penegur yang dianggap menyinggung hati, kita pada akhirnya memilih untuk berfokus & berkonfrontasi pada hal hal tersebut dibanding memusatkan diri pada esensi teguran tersebut.
Untuk orang orang seperti ini, salomo menambahkan;

Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan
tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati

Sebetulnya kalau kita renungkan sedikit lebih dalam, kemampuan kita untuk menerima perintah, bersikap benar dalam menerima teguran maupun pengajaran, sebetulnya berbanding lurus dengan level kerendahan hati untuk dibentuk.

Apalagi mereka yang sudah terlibat dalam bisnis, makin tinggi jabatan dan keterlibatan didalamnya, makin kompleks permasalahan yang dihadapi serta makin besar resiko terjungkalnya, maka level kerendahan hatinya seharusnya jauh lebih besar dari mereka yang berada jauh dibawahnya.

Kalau makin hebat bisnis-nya dan ternyata ego serta kesombongannya meningkat berbanding lurus dengannya, maka saya perlu ingatkan prinsip keras yang berbunyi;

Kecongkakan mendahului kehancuran,
dan tinggi hati mendahului kejatuhan

Memang bersikap rendah hati tidak pernah semudah mengucapkannya, hanya saja mereka yang mengerti prinsip penting yang berbunyi Kerendahan hati mendahului kehormatan, dan terus melatih kadar kerendahan hatinya makin tinggi dari hari kehari, saya percaya pada satu titik akan mencapai kebahagiaan, kemuliaan dan kejayaan yang melampaui apa yang pernah dibayangkannya sejak semula.


Tuhan mengasihi orang orang yang rendah hati dan mempunyai sikap yang benar dalam melalui proses pembentukannya.

-wishnu iriyanto-

No comments: