Prinsip:
Hai pemalas, pergilah kepada semut,
perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya,
pengaturnya atau penguasanya,
ia menyediakan rotinya di musim panas,
dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen
Saya percaya ada begitu banyak budaya dan pengajaran di luar sana yang mendorong agar kita untuk memiliki kebiasaan menabung dan berhemat.
Hanya saja seringkali pergumulannya adalah bagaimana kita bisa menabung ditengah inflasi yang demikian tinggi, pendapatan yang tidak bertambah dan kebutuhan yang kian meningkat.
Saya sama sekali tidak bermaksud untuk menggurui ataupun menimbulkan kesan kurangnya empati terhadap mereka yang dalam situasi keuangan yang sulit, hanya saja ada seorang bijak yang pernah bilang kalau menabung adalah lebih merupakan suatu sikap mental.
Artinya, kalau dalam situasi kesulitan keuangan pun kita tetap mampu untuk men-disiplin- kan diri untuk menabung walau hanya sedikit, maka pada saat kita menikmati kelonggaran dalam hal keuangan, sikap disiplin yang telah terlatih dengan baik itu akan menolong dan memampukan kita untuk menabung dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Sebaliknya, apabila kita tidak memiliki tingkat kedisiplinan yang bagus dalam menabung pada saat situasi keuangan yang sulit, maka percayalah bahwa pada saat kita menikmati masa masa kelonggaran dalam hal financial sekalipun, kedisiplinannya yang rendah akan tetap membawa kita juga pada ketidakmampuan untuk menabung.
Dalam profesi saya sebagai agen sekolah ke luar negeri, saya bertemu banyak sekali keluarga keluarga yang mampu secara ekonomi dan berhasil dalam usaha usaha bisnis mereka.
Sering saya bertanya-tanya pada diri saya, apakah sebetulnya yang membuat mereka mampu menjadi sangat stabil dalam bidang financial, sementara banyak juga orang yang saya kenal diluar sana yang menurut pendapat saya tidak kalah sama sekali dalam hal kepintaran, kecepatan berpikir, skill bekerja, kepemimpinan bahkan jiwa wiraswasta sekalipun tapi memiliki hasil akhir yang berbeda dalam hal financial.
Seorang client saya pernah memberikan saya sepotong nasihat kecil atas pertanyaan saya ini, yaitu salah satunya adalah kemampuan untuk menabung.
Beliau menjelaskan bahwa kestabilan financial dari mereka yang berdisiplin kuat dalam menabung, walau dia hanya seorang yang relative rata rata dalam skill yang lain, dalam jangka panjang, berpotensi untuk mengalahkan kestabilan financial mereka yang kuat secara kapasitas skill tapi lemah dalam disiplin menabung.
Bukankah ada satu prinsip yang berbunyi;
Issue nya bukanlah berapa banyak uang yang kita hasilkan, melainkan berapa banyak yang kita bisa tabung.
Prinsip ini sebetulnya bertentangan dengan pandangan umum yang berbunyi, untuk stabil secara keuangan, harus berangkat dari konsep pemasukan yang terus menerus diperbesar.
Karena tanpa kedisiplinan menabung, maka setiap peningkatan pemasukan akan juga secara otomatis meningkatkan pengeluaran (tingkat konsumsi).
Beliau menambahkan, yang istimewa lagi bahwa mereka yang terbiasa berhemat dan menabung, sudah tentu akan memiliki cadangan cash dalam jumlah tertentu, dan dengan adanya cadangan cash tersebut, memungkinkan seseorang mampu be-reaksi cepat terhadap semua peluang peluang bagus, baik dalam bidang usaha maupun yang sifatnya investasi yang timbul tiba tiba dan pada akhirnya kelak bisa memperlebar perbedaan financial, diukur dalam satu jangka waktu tertentu.
Masih menurut beliau, sekalipun seseorang merasa memiliki kemampuan wiraswasta yang kuat didalam jiwanya, tapi apabila dia memiliki cacat dalam hal kedisiplinan menabung, maka potensi maksimalnya akan sangat sulit untuk diraih.
Pendapat ini juga diperkuat oleh seorang professor marketing yang mengajar saya di kampus dulu untuk subject accounting yang bilang bahwa lebih dari 60% bisnis yang bangkrut di Australia bukan disebabkan karena bisnis mereka tidak menguntungkan, melainkan karena kegagalan dalam mengatur cash flow yang tentunya berhubungan dengan cadangan cash.
Client saya yang lain yang datang dari latar belakang seorang pengusaha pernah mengajarkan saya bahwa dia menanamkan anak anaknya disiplin dalam hal menabung jauh lebih dini dibandingkan skill skill yang lain.
Karena beliau berpendapat, kedisiplinan menabung adalah salah satu pondasi paling mendasar untuk menjadi stabil dalam bidang financial.
Semoga bermanfaat.
-wishnu iriyanto-
Thursday, May 3, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment