Thursday, May 3, 2007

Pelajaran bisnis dari amsal salomo bagian 1

Prinsip:


Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
Maka engkau akan mendapatkan kasih dan penghargaan
Dalam pandangan Allah serta manusia


Kesetiaan dan sikap-sikap yang benar dalam bekerja adalah hal-hal yang relatif sangat langka dicari belakangan ini, terlebih dalam dunia bisnis.

Secara umum system pendidikan kita mungkin dapat menghasilkan orang orang cakap dalam bekerja, tapi menurut pengamatan saya, system pendidikan kita relatif gagal dalam menghasilkan pribadi pribadi yang mempunyai nilai nilai yang unggul.

Pada hal seperti yang survey yang pernah saya baca dan saya cantumkan dalam salah satu tulisan terdahulu saya, bahwa mayoritas promosi diberikan malahan bukan dikarenakan karena kecakapan individual atau kemampuan mereka yang menonjol dalam penjualan, tetapi justru karena sikap mereka.

Beberapa tahun lalu, dalam satu kesempatan saya pernah bertemu dengan seorang pemilik jaringan pendidikan yang memiliki banyak sekali cabang di Indonesia dan kebetulan kita berdua berbicara sedikit mengenai nilai nilai.

Beliau secara spontan berkata pada saya;,” Kalau sampai kamu menemukan ada orang orang bagus diluar sana dengan nilai nilai yang bagus, tolong beritahu saya segera, saya pasti ambil dia. Kalaupun saya belum membutuhkannya saat itu, saya akan create posisi baru untuk dia.”

Satu waktu, saya pernah bertemu juga dengan seorang client yang memiliki bisnis dalam penjualan bahan bangunan yang sangat sukses, hanya saja beliau cuma memiliki satu cabang. Ketika saya bertanya, adakah niat om untuk membuka cabang cabang baru, mengingat bisnis bahan bangunan cukup berkembang dibanyak daerah daerah pemukiman baru yang banyak sekali tersebar di Jakarta, beliau menjawab:,” Wishnu, siapa sih yang tidak ingin berkembang lebih besar, tapi kalau saya masih belum dapat menemukan orang orang yang saya dapat sepenuhnya percayai, maka saya berpendapat, keinginan untuk menjadi besar hanya akan menjadi bumerang bagi saya dan bisnis saya.”

Ketika saya berkomentar tentang perlunya system yang memadai dalam mengantisipasi kesulitan tersebut, beliau hanya berkomentar; ,” Kalau unsur manusia nya sudah tidak tepat, maka system yang detailnya bagaimanapun, tidak akan banyak menolong. Nah daripada saya terlibat dalam berbagai-bagai kesulitan yang tidak perlu, maka saat ini saya hanya bisa bersabar menunggu anak anak saya besar kelak dan saya harap nantinya merekalah yang akan bisa besarkan usaha ini.”

Sebagai penutup, saya ingin bagikan pelajaran yang saya terima dari salah seorang client saya yang lain, dimana beliau adalah seorang yang sangat kaya walau datang dari latar belakang yang SD pun tidak lulus.

Dia berkata;,” Semua kekayaan saya dirintis dari berbagai bagai bidang usaha yang modalnya datang dari orang lain. Pada saat usaha yang dipercayakan pada saya gagalpun, orang orang tidak pernah kehilangan kepercayaannya pada saya, karena mereka semua tahu bahwa hati saya tidak pernah serong, tidak pernah sedikitpun.”

Semoga memberkati
-Wishnu iriyanto-

No comments: